Diawali Dengan Pembagian Zakat, Tim Rukyatul Hilal Jombang Gagal Melihat Bulan

INDONESIASATU.CO.ID:

JOMBANG - Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang menggelar rukyatul hilal penentuan 1 Syawal 1439 Hijriah di lokasi Satradar 222 Ploso, di Desa Manduro, Kecamatan Kabuh, Jombang. Hasilnya, tidak ada satu pun dari peserta yang melihat hilal, Kamis (14/6)

Sejak pukul 14.00 WIB, Tim Rukyat yang terdiri Kemenag Jombang, PCNU Jombang, Muhammadiyah, LDII serta tim dari daerah tetangga, seperti Nganjuk dan Kota Mojokerto sudah mulai berdatangan. Peserta yang datang sekitar 150 orang.

Menurut data yang dimiliki Kemenag Kabupaten Jombang, posisi hilal cukup tinggi sekitar 7 derajat. Namun, karena mendung yang cukup tebal maka tim gagal melihat hilal. Peserta rukyatul hilal melihat hilal dengan bantuan beberapa teleskop dan teropong.

"Rukyatul hilal bil fi'li yang bertempat di Satradar 222 Ploso di Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang telah usai tapi gagal melihat hilal. Meski posisi hilal cukup tinggi sekitar 7 derajat namun hilal tidak berhasil dilihat karena faktor mendung yang cukup tebal. Rukyat hilal diikuti oleh PCNU Jombang, Muhammadiyah dan Kankemenag Kabupaten Nganjuk, Mojokerto dan Jombang pastinya," jelas Kepala Kemenag Jombang, Abdul Haris.

Meskipun hasil rukyatul hilal tak terlihat tapi sidang itsbat tetap dilakukan oleh tim. Selanjutnya, hasil sidang langsung dilaporkan ke pusat dan menunggu keputusan resmi dari Mentri Agama Republik Indonesia.

"Apapun hasilnya kita sampaikan ke pusat. Nanti resminya kita tunggu dari Mentri Agama. Info yang saya ketahui di Gresik, Lamongan dan Pasuruan tadi dapat melihat hilal," tambah Haris.

Haris menjelaskan, sebelum dilangsungkan pengamatan hilal dilakukan penyerahan 200 kg beras zakat. Jumlah zakat tersebut diserahkan kepada warga sekitar dengan total 80 kepala keluarga yang menerima. Dan setelah selesai melihat hilal dilakukan acara buka bersama.

"Kita ingin buat acara yang berbeda, jadi sebelum memantau hilal kita bagi-bagi zakat dulu. Jadi nilai ibadahnya lebih banyak," pungkas Haris.(solid/kla)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita