Dinas Perlindungan Anak Kota Kediri Sebagai Saksi, Dalam Sidang Perkara Kekerasan dan Persetebuhan Anak

INDONESIASATU.CO.ID:

KOTA KEDIRI - Sidang Perkara Kekerasan dan Persetubuhan Anak dibawah umur, yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten Kediri, yang menjadi korban anak warga Kota Kediri.

Sidang digelar ruang anak Kantor Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, Jalan Pamenang, Kabupaten Kediri, Selasa (22/5/2018).

Sidang dengan agenda keterangan saksi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Kota Kediri, yang diwakili dari Bidang Perlindungan Anak Kota Kediri sebagai saksi dalam sidang perkara kekerasan dan persetubuhan anak, dengan korban merupakan warga Banjaran, Kota Kediri.

Humas Pengadilan Kabupaten Kediri, Agustinus Yudi,S.SH,MH kepada wartawan menjelaskan, bahwa sidang perkara kekerasan dan persetubuhan anak dibawah umur ini dengan agenda keterangan saksi.

"Dari Dinas Perlindungan Anak Kota Kediri yang merupakan sebagai saksi dalam persidangan," terang Agus.

Menurut Agus bahwa yang menemukan pertama kali kasus kekerasan dan persetubuhan dibawah anak ini mereka (Bidang Perlindangan Anak,red) melakukan observasi. Sehingga, kasusnya mulai terungkap ada kekerasan dan persetubuahan anak korban dibawah umur yang dilakukan oleh terdakwa.

"Hasil observasi itu dilanjutkan dilaporkan ke pihak Kepolisian, mengingat tempat kejadiannya di Simpang Lima Gumul (SLG). Sehingga, masuk ranah hukumnya wilayah Polres Kediri," ungkap Agus.

Agus menambahkan bahwa mereka selalu mendampingi anak korban guna merehabilitasi psikologis anak korban.

"Dikarenakan, korban sangat rentan dan sangat memerlukan suport dan didampingi dari Dinas Perlindungan Anak Kota Kediri," imbuh Agus.

Disinggung jumlah kasus kekerasan anak dibawah umur yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten Kediri, Agus menjelaskan bahwa menurut data yang kami peroleh kasusnya mengalami penurunan.

"Namun, kasus kekerasan anak dibawah umur ini turunnya tidak terlalu signifikan, dibanding tahun 2017," ungkap Agus.

Terpisah, saat dikonfirmasi Dinas P3P2KB Kota Kediri melalui Kepala Bidang Perlindungan Anak Mutakalim melalui WhatsApp, Ia membenarkan bahwa ada sidang perkara kekerasan dan persetubuhan anak dibawah umur di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri.

"Saya posisinya masih berada di Surabaya," jelas Mutakalim. (prijo)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita