Film Duka Sedalam Cinta Menyedikan Program Sedekah Ticket

INDONESIASATU.CO.ID , JAKARTA ; Satu lagi film yang mengkisahkan cerita cinta dengan yang dimaknai oleh unsur agama yaitu film Duka Sedalam Cinta (DSC)yang diproduksi KMGP Pictures bersama Studio Samuan ini disutradarai Firman Syah dan ditulis skenarionya oleh Fredy Aryanto.Film DSC mulai tayang di bioskop tangal 19 Oktober 2017.

Para pemeran utama film adalah Hamas Syahid, Aquino Umar. Masaji leayanto dan lzzah Ajrina. Lalu ada para aktor dan aktn’s senior seperti Wulan Guritno, Epy Kusnandar, Ali Syakieb, Mathias Muchus, komika Abdur Arsyad. hingga penampilan cameo seperti M.Cholidi Asadil Alam, Chikita Fawzi, Endy Aman, juga Bupati Halmahera Selatan: Drs Bahrain Kasuba, M.Pd. Turut bermain dalam film ini novelis terkemuka: Asma Nadia dan usladz kondang dari Yogyakarla: Salim A. Fillah.

Nobar dan roadshow di awaI penayangan di berbagai kota untuk fiim ini didukung oleh berbagai komunitas, antara lain; Forum Lingkar Pena. Kopfr, One Day One Juz (Odoj), Hijabers Mom Community, Putar Film Islam, Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), Rumah Kepemimpinan, Forum Indonesia Muda, Masyarakat Relawan Indonesia hingga berbagai pesantren di pelosok ngen’. Ini di Iuar Iembaga kemanusiaan seperti Dompet Dhuafa dan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

"Kami menyediakan Program Sedekah Tiket agar anak-anak yatim dan remaja dhuafa bisa turut menonton film ini,” kata Bambang Suherman, saIah satu Direktur Dompet Dhuafa pada saat jumpa pers di kota kasablanka XXI, Jakarta, Rabu(18/10).

Meski merupakan kelanjutan dari Film Ketika Mas Gagah Pergi, film Duka Sedalam Cinla tetap dapat dimengerti penonton fanpa mereka harus menonton KMGP. FIIm DSC berkisah tentang 4 anak muda. Yang pertama Gagah; pemuda masa kini yang mencari jati dirinya dari Jakarta hingga ke Maluku Utara. Yang kedua, Gita gadis tomboy yang berkoaflik dengan sang abang: Gagah, karena perubahan abangnya tersebut. Lalu ada Yudi, seorang ustadz muda di sebuah pesantren yang juga seorang pemimpln perusahaan, gemar menolong orang Iain, dan berdakwah tanpa pamrih di tempaI-tempat yang tak biasa. serta Nadia gadis cantik yang menginspirasi banyak orang dengan keberadaannya. Mereka bertemu dalam sebuah jalinan takdir tak terduga, yang membawa mereka ke Halmahera Selatan. Ada juga kisah tentang tiga preman insyaf teman mereka. yang dalam segala keterbatasan meneoba terus melakukan kebaikan-kebaikan di Iingkungan mereka di pinggiran Jakarta yang kumuh.

Shooting di 3 tempat yaitu daerah Muara Angke (Jakarta), Temate, di Pulau Widi dan Pulau Kasiruia (penghasil Batu Bacan terbaik) yang berada di Halmahera Selatan, film ini juga mengangkat kearifan Iokal masyarakat Halmahera Selatan, serta akan memanjakan mata penonton dengan keindahan alam lokasi tersebut.