Hari Santri Nasional, Ratusan Santri-santriwati Awali Program Religi di Hutan Pinus Nganjuk

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Wakil Bupati Kabupaten Nganjuk, Marhaen Djumadi menyampaikan Hari Santri Nasional tahun ini, merupakan awal program religi di daerahnya. Hal ini disampaikan saat melepas karnaval pawai santri yang di pusatkan di area bumi perkemahan Cemorokandang di Desa Ngliman Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk, Minggu (21/10).

Pada proses pawai Santri ini, suara takbir Allahu Akbar menggemuruh di langit bumi perkemahan Cemorokandang di Desa Ngliman Sawahan di kala perhelatan perayaan Hari Santri Nasional berlangsung.

Peringatan Hari Santri Nasional ini diawali kegiatan outbound religi yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa persatuan yang dibingkai dalam kebersamaan menuju terciptanya santri, santriwati yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah.

Pawai tersebut diikuti santri Ponpes dan seluruh tingkat madrasah mulai dari TK hingga tingkat Aliah se Kabupaten Nganjuk dengan jumlah peserta pawai mencapai 400 peserta yang merupakan siswa dan siswi dari madrasah yang ada di Kabupaten Nganjuk.

Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan ini dan menilai bahwa ini merupakan hal positif yang akan selalu dilaksanakan setiap tahun.

"Alhamdulillah, kegiatan outbound religi ini merupakan rangkaian Hari Santri Nasional, untuk memeriahkan acara religi ini, dan kami dari Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi kegiatan ini, insya Allah ini akan berdampak baik pada hal-hal yang positif,'' terang Marhaen.

Kegiatan ini, lanjutnya, sangat luar biasa karena dalam mendukung bahwa Nganjuk ini semakin ramai dan dikenal di luar daerah. Salah satu program yang telah disusun yakni dengan menekankan pada kegiatan-kegiatan pariwisata yang bersifat religius meski hanya pada standar yang sangat minim, seperti merayakan 1 Muharram yang diwarnai dengan outbound, ada penamatan santri dan santri wati pada tingkat Taman Pendidikan Alquran.

Dia juga menambahkan, sebagai santri patutlah berbangga karena diawal-awal perjuangan perebutan negara ini dari tangan penjajah maka santri adalah pejuang garda terdepan dan mereka adalah orang-orang yang telah memperjuangkan dengan gigihnya belenggu dari penjajah pada saat itu."paparnya

Sementara Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta menyampaikan kegiatan outbound religi dalam rangka memperingati hari Santri Nasional ini.

" Kami sengaja mengajak para santri yang terdiri dari perwakilan Pondok melibatkan 400 santri dan sekolahan se Nganjuk adakan kegiatan outbound dan Longmarch di area hutan pinus sejauh 10 kilometer di bumi perkemahan Cemorokandang Nganjuk bertujuan untuk lebih mengenal sesama dan memupuk kebersamaan dalam menjaga NKRI, "tegasnya

Terpisah Koordinator dan Ulama Kamtibmas Nganjuk KH Samsudin Al Ali mengatakan kepada wartajatim.co.id kami sangat mendukung upaya dari pihak kepolisian untuk membangun karakter kepada santri-santriwati  dalam kegiatan positif menanamkan budi luhur dan tidak melupakan perjuangan para Ulama dalam merebut kemerdekaan ini.

"Kami selaku koordinator Ulama kamtibas Kabupaten Nganjuk sangat mendukung kegiatan hari santri nasional yang di akomodir pihak kepolisian, sehingga terbentuk karakter lewat kegiatan outbound religi, nantinya akan muncul santri-santriwati yang tangguh, cerdas dan berahklakul karimah,"terangnya

Reporter : sakera

Editor : kusno lindu aji 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita