Jual Lahan Tebu Orang Lain, Warga Desa Klanderan, Plosoklaten Dibekuk Polisi

INDONESIASATU.CO.ID:

KAB.KEDIRI - Diduga gara-gara menjual lahan tanaman tebu milik orang lain. Pelaku TM (40) asal Dusun Sugihwaras, Desa Klanderan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri dibekuk Unit Reskrim Polsek Gurah, Polres Kediri.

Pelaku TM menawarkan kepada korban Gunawan (83) warga Jalan Wahidin, Desa Gurah, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, yakni lahan tanaman tebu kepada korban seluas 460 meter persegi. Lokasi di Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Pelaku TM mengaku bahwa tanaman tebu tersebut miliknya, setelah tanaman tebu dibayar 2 kali, tanggal 6 Januari 2018, pukul 15.00 WIB.

Pembayaran kedua dilakukan pada tanggal 19 Januari 2018 pukul 15.00 WIB, masing-masing Rp 10 jt dan ketika tanaman tebu hendak dikerjakan oleh korban, ternyata tanaman tersebut, bukan milik pelaku melainkan milik orang lain," terang Kapolsek Gurah AKP Suyono melalui Kasi Humas Polsek Gurah Aipda Yulianto pada wartawan Minggu (24/6/2018) pukul 11.00 WIB.

Dikatakan Aipda Yulianto pelaku TM ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Gurah setelah dilaporkan korban Gunawan warga setempat.

Pelaku TM sedang menjalani pemeriksaan penyidik guna pengembangan. Kami juga sudah mengamankan barang bukti berupa selembar kwitansi jual beli dari korban yang ditanda tangani oleh pelaku,” ujar Aipda Yulianto.

Ditambahkan Aipda Yulianto, kasus penipuan dan atau penggelapan ini dibuktikan dengan pembayaran dilakukan dua kali yang diberikan kepada TM oleh Korban yang bernama Gunawan, bertemu dengan pelaku dilokasi tanaman tebu yang diakui milik pelaku.

"Kemudian oleh pelaku, tanaman tebu itu ditawarkan kepada korban dengan harga Rp 20 juta. Sepakat dengan harga, korban Gunawan langsung membayar dan uang penjualan langsung diterima dua kali pembayaran dengan bukti kwitansi," beber Aipda Yulianto.

Ia mengatakan dikarenakan pelaku tidak ada etikat baik, selanjutnya korban melapor ke Polsek Gurah. Menindaklanjuti laporan, petugas Unit Reskrim Polsek Gurah menangkap pelaku tanpa perlawanan.

“Terkait terungkapnya modus kejahatan penipuan tersebut, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat terutama pengusaha untuk lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli dengan orang yang belum begitu dikenal.”himbau Aipda Yulianto.

Guna proses pemeriksaan lebih lanjut pelaku diamankan dan barang bukti kwitansi, sesuai perbuatan pelaku dijerat Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP. (prijo)

Index Berita