Kusniyah bersama Suami buka usaha kuliner hingga bisnis usaha ternak bebek

INDONESIASATU.CO.ID:

CILACAP

Selalu menggali untuk memacu peluang wirausaha merupakan sebuah rangkaian dari satu kesatuan dalam menciptakan ekonomi kreatif demi memajukan peluang usaha guna meraih sukses sebuah bisnis yang di inginkan.

Sebuah gagasan ketika inspirasi memunculkan ide untuk menciptakan sebuah kreatifitas yang bermakna bisnis usaha sehingga dapat mempengaruhi meningkatnya taraf perekonomian yang berdasarkan kreatif dan inovatif.

Tentunya para pelaku usaha dalam pencapaiannya tak serta merta hanya cuma bermodalkan niat, ide dan gagasan namun yang lebih terpenting yakni finansial yang dapat menunjang dari semua hasil kreatifitas ide bisnis usaha yang diharapkan.

Tak lepas dari itu semua apa yang sudah dilakukan Kusniyah (44) bersama suaminya, Suparno (50) Warga Jl. Sadewa II, Rt.005/Rw.001 Desa Kelurahan Kebon Manis Kecamatan Cilacap Utara-Cilacap yang sejak lama sudah menggeluti bisnis usaha di bidang kuliner, berbagai sajian bermacam-macam olahan masakan yang siap disajikan untuk memanjakan lidah para penikmat kuliner.

Usaha bisnis yang dijalankan Kusniyah bersama Suami rupanya tak puas hanya di dunia bisnis kuliner saja, kini merambah ke Agro bisnis usaha Peternakan bebek penghasil telor dibantu sang suami yakni Suparno lahan seluas kurang lebih 7 M X 35 M disulap menjadi sebuah kandang peliharaan yakni untuk memelihara ratusan ekor ternak bebek.

Saat ditemui Awak Media, Dirumahnya yakni, di Jl. Sadewa II, Kebon Manis-Cilacap, Senin (11/02/2019) Kusniyah menuturkan bahwa untuk membuka usaha ternak bebek yang sedang dijalankan untuk sebuah modal Kusniyah mengatakan terbilang cukup lumayan.

Untuk ukuran sebuah kandang yang sudah dihasilkan hingga biaya oprasional pakan dan sebagainya, Kusniyah harus merogoh kocek hingga puluhan juta rupiah, kurang lebih 470 ekor bebek penghasil telor sudah menghuni dalam kandang yang sudah disiapkan.

Bebek-bebek tersebut didatangkan dari luar daerah yang harga satuan per ekor berkisar kurang lebih 60 ribu rupiah hingga sampai kisaran harga tertinggi yakni 80 ribu rupiah/ekornya.

Penyampaian Kusniyah dibenarkan Suparno selaku suami, Bahwa Budidaya ternak bebek yang sedang dijalani merupakan sebuah ide bagaimana cara menciptakan budidaya ternak bebek namun bukan cuma hanya di pedesaan saja akan tetapi bisa di budidayakan diwilayah perkotaan yang tanpa harus mengganggu dari segi kesehatan lingkungan disekitar.

Disinggung masalah hasil yang sudah dicapai Suparno mengatakan, Bahwa dari hasil 470 ekor bebek setiap harinya sudah bisa menghasilkan kurang lebih 370 butir telor hasil tersebut menurutnya belum maksimal dikarenakan masih banyak bebek-bebek yang belum siap produksi.

Disamping Kandang yang sudah dioprasikan serta bebek yang sudah berproduksi dipinggir sekeliling kandang juga dibuat kolam ikan untuk pemeliharaan budidaya ikan Patin, Nila dan Gurameh kurang lebih 9 ribu ikan sudah terpelihara dalam kolam tersebut.

Harapan Suparno dan istrinya usahanya akan selalu dikembangkan agar lebih berkembang lagi disamping semua kembali yang namanya usaha yakni untuk kepentingan demi untuk memenuhi kebutuhan hidup meningkatkan taraf perekonomian keluarga, Juga bertujuan untuk menyerap tenaga kerja yang besar harapan dapat dan bisa mengurangi angka pengangguran karena pada dasarnya semua pekerjaan yang dilakukan tersebut dibantu dan memakai jasa pekerja orang lain, Tutupnya.

(Tun).

  • Whatsapp

Index Berita