Menyulap Kawasan Kumuh Kampung Tegalsari Kota Tegal Menjadi Kawasan Estetika

INDONESIASATU.CO.ID:

Tegal. Pembangunan permukiman telah terbukti berdampak langsung terhadap kesejahteraan jutaan penduduk. Hal itu terlihat dari meningkatnya produktivitas dan daya saing masyarakat kawasan tersebut. Kondisi kawasan kumuh merupakan tantangan tersendiri jika tidak dikelola dengan baik, maka dikuatirkan akan terjadi kesenjangan antarwilayah.

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 1 tahun 2011 dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2016, permukiman yang layak merupakan kebutuhan. Hal itu sejalan dengan salah satu isi Nawa Cita yang menjadi program Presiden Joko Widodo yang menyebutkan negara hadir untuk membangun dari pinggiran dengan memperkuat keterkaitan kota dan desa.

Permukiman harus ditata dan dikembangkan untuk mendukung permukiman yang layak huni dan berkelanjutan. Melalui RPJMN 2015–2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) turut berkontribusi dalam upaya menangani kawasan permukiman baik di perkotaan, perdesaan, maupun kawasan khusus. Untuk itu berbagai program dan kegiatan telah diluncurkan untuk meningkatkan kualitas kawasan permukiman.

Kota Tegal, khususnya kawasan permukiman Nelayan / Tepian Kampung Tegalsari kecamatan Tegal Barat merupakan salah satu kawasan yang sedang berproses dalam pembangunan sesuai dengan rencana mengeliminir tingkat kesenjangan wilayah dengan mengubah wajah kumuh menjadi wajah yang akan menampilkan sejuta eksotis sekaligus dapat terproyeksikan menjadi sebuah kawasan wisata, kawasan hijau juga sebagai area perekonomian warga yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan tersebut.

Melengkapi target diatas, melalui sebuah kolaborasi kemitraan antar seluruh stakeholder yang terlibat didalam pembangunan permukiman kampung Tegalsari mulai dari pelabuhan Jongor hingga Jembatan Blanak dengan luas wilayah sekira 11 hektaran merupakan proyek multiyear yang sebetulnya sudah dimulai sejak tahun 2016 dengan pembangunan RTH.

Pembangunan yang pelaksanaannya ditangani oleh penyedia Jasa PT. Dharma Perdana Muda bersama konsultan pengawas selaku Satuan Pembangunan Kawasan Permukiman Strategis atau Sat PKPS PT. Tera Buana Manggala Jaya membagi kawasan tersebut kedalam beberapa nilai estetis seperti Pusat Dok Kapal, Area Perekonomian Warga, Green Barier (Mangrove), Plaza serta Disposal Area.

“ Kegiatan pembangunan ini terutama bertujuan untuk meningkatkan ekonomi nelayan serta meningkatkan infrastruktur,” Kata Ermi Hermansyah selaku Sat PKPS dari Konsultan Manajemen Konstruksi PT. Tera Buana Manggala Jaya.

Menurutnya, pekerjaan pembangunan area perekonomian warga yang menjadi priorias, pengerjaanya hingga tahun 2019. Terdapat beberapa blok pembangunan area perekonomian warga yang ditengah permukiman tersebut dibangunkan sebuah Plaza. Tidak kalah pentingnya juga pembangunan Green Barrier atau tanaman mangrove merupakan proteksi terhadap fenomena laut yang terkadang mengganggu dinamika masyarakat setempat dengan hadirnya air rob termasuk meningkatkan potensi kampong Tirang yang selama ini mengalami keterlambatan kemajuan wilayah.

Kota Tegal khususnya di wilayah Tegalsari, kecamatan Tegal Barat akan mengalami perubahan wajah dari kawasan kumuh menjadi wajah kawasan eksotis yang didalamnya termasuk menjadi kawasan wisata tersendiri dengan berbagai estetikanya. (Anis Yahya / Untung Prasetyo. Foto : Istimewa)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita