Operasi Tumpas Semeru Dan Deklarasi Lawan Terorisme

INDONESIASATU.CO.ID:

KEDIRI. Halaman Mapolresta Kediri dipenuhi barang bukti narkoba dan miras hasil dari “Operasi Tumpas Semeru” dan barang bukti tersebut sengaja ditunjukkan ke publik dalam rangka pemusnahan secara massal. Pemusnahan barang bukti berupa narkoba dan miras ini dihadiri Kapolresta Kediri AKBP Anton Haryadi, Dandim Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Plt Walikota Keidri Jumadi, Danrigif 16/WY Kolonel Inf Slamet Riadi, Danyon 521/DY Letkol Inf Andi Adriyanto, Kajari Kediri Dra.Martini dan Ketua PN Kediri Imam Khanafi Ridwan, rabu (16/05/2018)

“Kegiatan pemusnahan barang bukti oleh Polres Kediri Kota adalah hasil dari operasi tumpas semeru yang dilaksanakan mulai tanggal 1 April sampai 15 Mei 2018. Polres Kediri Kota tidak akan berhenti sampai di sini dalam memberantas peredaran barang terlarang yang telah banyak memakan korban jiwa. Mari kita bersama melawan peredaran miras oplosan di Kediri,” kata AKBP Anton Haryadi.

Sementara itu, Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno menegaskan ,”TNI sangat mendukung penuh dalam kegiatan pemberantasan peredaran miras dan narkoba. Terkait aksi teroris, TNI siap membantu Polri dalam menciptakan keamanan di wilayah Kediri. Menanggapi situasi saat ini, pam swakarsa di lingkungan harus digalakkan kembali, dalam menciptakan Kediri yang aman dengan dekteksi dini di lingkungan sekitar.”

Dalam pemusnahan barang bukti ini juga, dilakukan penandatanganan dan deklarasi lawan terorisme yang juga diikuti Ketua PAUB (Paguyuban Antar Umat Beragama) K.H.M.Salim, Ketua Bamag Kediri Pdt.Timotius Kabul serta pengurus FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) lainnya. Tak ketinggalan, para ulama juga turut ambil bagian dalam penandatanganan dan deklarasi lawan terorisme ini, yaitu Ketua PCNU Kediri K.H.Abubakar Abdul Jalil, K.H.Anwar Iskandar dari Ponpes Al Amin, K.H.Abdullah Majid dari Ponpes Wahidiyah dan K.H.M.Douglas Toha Yahya dari Ponpes Jamsaren.

“Sebagai warga negara Indonesia, kami mendukung aparat TNI Polri dalam memberikan keamanan dan ketentraman di Indonesia. TNI Polri tidak sendiri, kami seluruh elemen masyarakat siap membantu aparat dalam menjalankan tugas,” kata K.H.Anwar Iskandar.

Terkait terorisme, ia menegaskan bahwa terorisme tidak ada hubungannya dengan agama, tidak ada ajaran agama yang mengajarkan aksi terorisme.

“Kita jangan takut, kita adalah bangsa yang besar dan telah terbukti menghadapi penjajah ,kita bisa merebut kemerdekaan. Kita tidak pernah takut kepada siapa saja yang akan meruntuhkan NKRI. Kita keturunan pejuang yang dapat mengalahkan penjajah dan pemberontak mulai dari DI/TII hingga PKI,” pungkasnya. (aang)

Index Berita