Panwaslu Gowa Ciduk Tiga ASN Asal Bantaeng

INDONESIASATU.CO.ID:

GOWA - Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan pelajar mahasiswa bantaeng (HPMB) Mendatangi kantor Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Gowa di jalan Manggarupi Kabupaten Gowa (Rabu, 23/5/2018)

Kedatangan HPMB ke kantor panwaslu kabupaten Gowa guna mengkonfirmasi kebenaran adanya ASN Kabupaten Bantaeng yang terciduk atau di temukan terlibat dalam kegiatan sosialisasi politik pragtis cagub NA-ASS dalam Pilgub sul-sel di daerah malakaji kab. gowa beberapa hari yang lalu.

Agus salim (Staf humas) Panwaslu kabupaten Gowa membenarkan terciduknya ketiga orang ASN asal Kabupaten Bantaeng dalam kegiatan sosialisasi Cagub NA-ASS, di area Malakaji Kabupaten gowa, ketiga ASN tersebut adalah M. Amir Basi (Camat bissappu), Akhmad Muhlis (Camat tompobulu) dan Sitti Faridah (Lurah gantarang keke) yang merupakan suami istri, mereka murni temuan Panwaslu kabupaten Gowa.

Ketiganya di ciduk oleh Panwaslu kabupaten Gowa dan sekarang M. Amin basi di proses oleh penyidik Gakkumdu Kabupaten Gowa karena ada indikasi tindak pidana, sedangkan pasangan suami istri (Akhmad muhlis dan Sitti Faridah) pelanggarannya diteruskan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Jakarta untuk segera ditindaklanjuti terkait pelanggaran administrasi, dan kemungkinan sangksi tersebut adalah penundaan pangkat, tergantung rekomendasi KASN.

Sementara itu, Ardiansyah selaku ketua umum pengurus pusat Himpunan pelajar mahasiswa bantaeng (PP-HPMB) mensupport kerja Panwaslu kabupaten Gowa dalam pengawasannya termasuk ASN asal Kabupaten Bantaeng yang nakal alias tidak taat aturan di wilayah kerja panwaslu kabupaten Gowa, karena sangat jelas bahwa ASN di larang terlibat dalam politik praktis.

"ASN itu harus netral dalan kontestasi PILGUB dan PILBUP 2018 ini dan siapapun ASN yang positif terlibat itu harus di beri sanksi sesuai perundang-undang yang berlaku", tutup Ardi. (Albar)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita