Pemprov DKI Jakarta Prioritaskan Warga Kurang Mampu Bisa Masuk Wisata Ancol Tanpa Bayar

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku sudah memanggil direksi badan usaha milik daerah (BUMD) PT Pembangunan Jaya Ancol dan Jakarta Tourisindo untuk mewujudkan rekreasi dan pariwisata bagi warga berpenghasilan rendah. Ini untuk merealisasikan visi misi memajukan kotanya dan membahagiakan warganya. ”Kita kedepankan sinergi antara BUMD bagaimana terobosan itu bisa berjalan. Intinya bagaimana memberikan akses rekreasi kepada masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus membantu mereka menikmati Kota Jakarta,” kata Sandi di Balai Kota DKI, Jakarta,Kamis (9/11/2017).

Sektor pariwisata merupakan multiplayer effect yang sangat besar jika disandingkan pada rekreasi dan penciptaan lapangan kerja yang lebih berkualitas. Dia meminta PT Pembangunan Jaya Ancol sebagai perusahaan terbuka menyikapinya dengan otoritas pasar modal karena itu merupakan tanggung jawab. PT Pembangunan Jaya Ancol harus merevisi jumlah 70% lebih pendapatan Ancol yang datang dari warga mampu dengan mempermudah akses kepada warga tidak mampu dan memberikan terobosan-terobosan mendetail outcome dan outputnya.

”Pengembangan rekreasi,pariwisata dengan penciptaan lapangan kerja harus dikaji serta memprioritaskan warga tidak mampu,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Paul Tehusijarana menuturkan, sesuai yang disampaikan Sandi,pihaknya akan fokus pada pendekatan warga tidak mampu. Selama ini, Pemprov DKI menggunakan pendekatan yang tidakmampu melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP).”Ini yang coba kita terapkan. Pemegang KJP kita beri misalnya dalam setiap bulan ada satu hari gratis masuk Ancol. Nah, itu kami sedang bicarakan dengan Bank DKI untuk membaca KJP. Jadi readernya ini kita pakai teknologi yang sama dengan Bank DKI,” kata Paul Tehusijarana.

 

(Adhy)


Download : Pemprov DKI Jakarta
*telah didownload: 0 kali