Perdagangkan Wanita Di Cafe Mandalle, Tiga Pelaku Diamankan Satreskrim Polres Gowa

INDONESIASATU.CO.ID:

GOWA-Dua perempuan asal Kabupaten Gowa, inisial DN (17 tahun) dan NA (18 tahun) menjadi korban perdagangan perempuan yang keduanya dipekerjakan sebagai pelayan kafe remang-remang dan melayani tamu menuangkan minuman keras di sebuah Cafe di Mandalle Kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel.

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Herly Purnama mengungkapkan, dijaring melalui media sosial dengan janji akan dipekerjakan dengan gaji besar mereka dijanjikan pekerjaan dengan iming-iming Rp500 ribu per minggu namun setelah di Mandalle kedua korban dipekerjakan sebagai pelayan kafe remang-remang lalu kemudian keduanya ditugaskan melayani tamu minum minuman beralkohol yang dijaring melalui media sosial.

"Korban awalnya tidak tahu akan dijadikan pelayan kafe remang-remang keduanya hanya dijanjikan pekerjaan dengan iming-iming gaji Rp 500 ribu per Minggu nanti setiba di lokasi baru korban sadar telah diperdaya," ungkapnya saat menggelar jumpa pers di kantor Polres Gowa, Senin (11/02/2019).

Satreskrim Polres Gowa berhasil mengungkap sindikat perdagangan manusia kini tiga pelaku berhasil diamankan, Sementara dua perempuan asal Kabupaten Gowa diketahui menjadi korban.

Dia memaparkan, dalam sindikat ini Polres mengamankan 3 pelaku yakni NR, (17 tahun) yang berperan mencari karyawan.

 Untuk setiap korban, warga Daya Makassar tersebut memperoleh upah Rp250 ribu Selain itu, aparat juga mengamankan Amir Bin Ambo, (34 tahun) yang merupakan pemilik kafe remang-remang dan M. Saing kasir kafe, Mereka inilah yang juga menjemput korban dan membawanya ke Kabupaten Pangkep.

"Selanjutnya, korban dijemput oleh pelaku di sebuah salon Jl. Minasaupa Kota Makassar dan langsung dibawa ke Kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkep, Sabtu (2/2/2019) lalu. Ketiganya kami tahan karena telah melakukan tindak pidana perdagangan manusia," papar Herly.

 Lanjut Herly, kedua korban dipekerjakan selama empat hari di kafe remang-remang tersebut, Korban sempat meminta izin pulang namun pelaku tidak dibolehkan.

 "Korban dipekerjakan di Kafe Alexis dan Kafe Ceria 01 Pangkep, hingga akhirnya berhasil diselamatkan oleh Unit PPA Polres Gowa,"jelasnya.

Herly mengemukakan, kasus perdagangan Manusia ini berhasil terungkap, setelah orang tua salah satu korban melapor ke Mapolres Gowa, Jumat (8/02/2019) lalu.

 Ia melaporkan jika anak perempuannya telah dibawa lari dan dipekerjakan pada kafe di Kabupaten Pangkep.

Dari tangan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa empat buah telepon genggam yang dilakukan pelaku menghubungi korban.

 Ketiga pelaku dikenakan pasal 2 UU No 21 Tahun 2017 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, serta pasal 83 Jo pasal 76f UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak. Ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun penjara.(***kp/hasyim)

  • Whatsapp

Index Berita