Polisi Berhasil Menggrebek Spa Destinasi Traveler Gay Asia di Jakarta

BHAYANGKARA EXPOSE: JAKARTA - Minggu (08/10/2017), Kepolisian berhasil menggerebek sebuah tempat yang digunakan untuk aktivitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), tempat tersebut berada di sebuah ruko untuk spa di Jakarta Pusat. Penggunaan lokasi tersebut sebagai upaya kamuflase dari pihak pengelola untuk mengelabui aparat berwajib maupun masyarakat sekitar terkait aktivitas menyimpang yang ada di balik ruko pelayanan spa tersebut.

“Kelompok ini menggunakan tempat spa ini untuk kamuflase sehingga tak kelihatan, sehingga dia masuk ke tempat spa ini bisa sendirian, bisa berdua, ini laki-laki ya. Berdua itu sudah pasangan, kemudian dia masuk ke tempat spa itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polres Jakpus, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (07/10/2017). 

Keberadaan lokasi ini terpampang secara nyata pada halaman depan situs, pada situs tersebut juga terkoneksi dengan beberapa kota dari beberapa negara yang telah terdaftar. Apabila dilihat secara seksama maka dapat dilihat beberapa negara yang tergabung, meliputi : Kamboja, China, Indonesia, sampai New Zeland.

Di Indonesia sendiri ada beberapa lokasi yang ditawarkan dalam situs tersebut, lokasi yang disebutkan mencakup tiga tempat sebagai pilihan utama dan menawarkan berbagai aktivitas pelayanan bagi LGBT. Adapun ketiga tempat tersebut, meliputi : Bali, Jakarta, dan Lombok dan Pulau Gili. Untuk Jakarta sendiri, ada tiga kelompok tempat yang ditawarkan, Gay Jakarta Hotels, Jakarta Gay Bars & Clubs, dan Jakarta Gay Saunas. Pada menu Jakarta Gay Saunas akan ditemui logo dari T1 Sauna/ Spa.

T1 Healthplex Sauna/ Spa, dilengkapi fasilitas modern termasuk check-in lounge, sauna, ruang mandi uap, video, bar indoor/outdoor, ruang gelap, kabin, teras atap, dan berbagai macam pelayanan lainnya yang ditawarkan. Pemilik web juga menuliskan LGBT bukan sesuatu yang ilegal di Indonesia. Namun, ada gerakan anti LGBT di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari penjelasan akun yang menyatakan bahwa,” Homoseksual bukan sesuatu yang ilegal di Indonesia, kecuali untuk provinsi Aceh. Namun, di sana tumbuh gerakan anti-LGBT, dan banyak perusahaan gay yang masih berjuang mempertahankan bisnisnya," kata TravelGayAsia.

Diketahui juga bahwa banyak wisatawan dari berbagai negara yang berkunjung, salah satunya wisatawan dari Negara Prancis yang menyebut bahwa  T1 sebagai tempat bagus untuk relaksasi dan pelayanan aktivitas LGBT yang memuaskan.

Saat ini kepolisian sedang menyelidiki hal tersebut secara medalam, untuk ke-51 orang yang terjaring dalam giat penindakan oleh kepolisian saat ini sedang menjalani proses hukum lebih lanjut. (ex/lm/rp)

Sumber: polri.go.id